WIRALAGA MULYA – Senin (29/12/2025) menjadi tonggak sejarah baru bagi pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi di Kabupaten Mesuji. Dalam satu rangkaian acara besar di Lapangan Pemda, Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E., melakukan langkah strategis dengan melantik ribuan pegawai baru sekaligus memodernisasi sektor pertanian daerah.
Kepastian Nasib Ribuan Tenaga Non-ASN Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi penyerahan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah ini merupakan komitmen nyata Pemkab Mesuji dalam menjalankan amanat UU No. 20 Tahun 2023 terkait penataan tenaga honorer.
Total terdapat 1.123 personel yang kini resmi menyandang status ASN, dengan rincian 992 tenaga teknis, 79 tenaga kesehatan, dan 52 guru, ditambah dengan formasi tahap II serta perpanjangan kontrak guru angkatan 2019.

”Kini Anda adalah bagian dari Korpri. Saya minta seluruhnya menjaga integritas, profesionalitas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ASN dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Mesuji,” tegas Bupati Elfianah dalam pidatonya.
Modernisasi Pertanian dan Legalitas Petani Tidak hanya fokus pada birokrasi, sektor ekonomi kerakyatan juga mendapat suntikan energi besar. Demi mendukung target swasembada pangan nasional, Pemkab Mesuji mengucurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) secara masif, mulai dari 32 unit traktor roda empat hingga 500 lembar Sertifikat Tanda Daftar Budidaya (STDB) bagi petani sawit.
Bupati mengingatkan agar aset negara ini dikelola dengan amanah. “Bantuan ini milik kelompok, bukan individu. Dilarang keras dikuasai pribadi apalagi sampai digadaikan,” pesannya dengan nada peringatan.
Khamamik dan Semangat Kerelawanan Tanpa Batas
Salah satu momen krusial dalam agenda tersebut adalah pengukuhan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) serta penguatan peran relawan pembangunan yang dipimpin oleh Hi. Khamamik. Selain mengomandoi relawan pemadam, ia juga dipercaya sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu yang akan mengawal program-program sosial seperti bedah rumah.
Dalam arahannya, Hi. Khamamik menekankan pentingnya ketulusan dalam bekerja di luar struktur formal birokrasi. ”Kita bekerja secara sukarela, kompak, dan bersatu. Kita bukan ASN maupun PPPK, tapi kita bekerja dengan sepenuh hati. Meskipun memiliki Nomor Induk Pemadam (NIP) resmi, dasar pergerakan kita adalah kerelaan untuk membantu pemerintah dan masyarakat Mesuji,” ujar Khamamik memotivasi para relawan.
Ia menambahkan bahwa peran relawan ke depan akan semakin luas, termasuk memastikan program kesejahteraan masyarakat tepat sasaran. “Saya sifatnya membantu pemerintah Mesuji agar program seperti bedah rumah dan pembinaan keluarga melalui Posyandu bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga,” imbuhnya.
Sinergi Lintas Sektoral dan Harapan Baru
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati M. Yugi Wicaksono, Ketua DPRD M. Jody Saputra, Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, serta jajaran Forkopimda lainnya. Kehadiran para tokoh ini mempertegas sinergi antara eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum dalam membangun Mesuji melalui pendekatan yang humanis.

Sebagai penutup, Bupati Elfianah menyampaikan harapannya agar seluruh elemen yang baru dilantik dan dikukuhkan dapat menjadi mesin penggerak kemajuan daerah.
”Hari ini bukan sekadar seremoni peresmian status atau penyerahan bantuan, melainkan titik awal bagi kita semua untuk bekerja lebih keras. Dengan birokrasi yang kuat, petani yang modern, dan relawan yang tangguh, saya yakin Mesuji akan tumbuh menjadi kabupaten yang mandiri, aman, dan lebih sejahtera di masa depan,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta upacara. (HT)
