Saturday, 6 June 2026

​Refleksi Satu Tahun Prabowo-Gibran: DR. Anzori Tawakal Bedah Capaian Swasembada Pangan hingga Strategi ‘Anak Emaskan’ Petani

JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk suasana ibu kota, sebuah pertemuan hangat terjadi antara jurnalis kami, Muchlas, dengan sosok senior yang sudah tidak asing lagi di dunia akademisi dan birokrasi, DR. Anzori Tawakal.

​Pertemuan ini bukan sekadar reuni antara junior dan senior UPN Veteran Jakarta. Di sela-sela waktu santainya saat berkunjung ke Jakarta, Ketua Senat Mahasiswa angkatan ke-3 UPNVJ yang dikenal vokal ini, menyempatkan diri berbagi pandangan mendalam mengenai satu tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebagai sosok mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Bengkulu Tengah, sekaligus Dosen di beberapa kampus di Bengkulu . pemikiran DR. Anzori selalu dinanti sebagai rujukan.

​Genap satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai sorotan tertuju pada capaian kinerja kabinet yang dikenal dengan visi Astacita. Dalam sebuah diskusi hangat sambil “ngopi sore”, jurnalis Muchlas berkesempatan mewawancarai secara eksklusif  pengamat ekonomi dan kebijakan publik  sekaligus akademisi DR. Anzori Tawakal untuk membedah refleksi satu tahun perjalanan pemerintahan ini.

Swasembada Pangan: Rekor Sejarah yang Membanggakan DR. Anzori Tawakal mengawali penjelasannya dengan apresiasi tinggi terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Salah satu bukti konkret yang paling dirasakan adalah percepatan swasembada pangan, khususnya beras.
​”Kita harus bersyukur memiliki pemimpin yang punya cita-cita menjadikan bangsa ini mandiri secara ekonomi, politik, dan budaya. Belum sampai empat tahun seperti janji awal, dalam satu tahun pertama ini per tanggal 7 Januari kemarin, Indonesia sudah mengumumkan swasembada beras,” ujar DR. Anzori.

​Ia mencatat produksi beras nasional kini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, melampaui angka 13 juta ton dengan cadangan nasional yang kuat di Bulog. “Regulasi tegas dari Menteri Perdagangan yang tidak mengeluarkan izin impor beras adalah variabel terpenting. Ini membuat kartel atau importir yang selama ini mengambil keuntungan di tengah kelemahan tata kelola menjadi tidak berkutik,” tambahnya.

Strategi ‘Menganakemaskan’ Petani
​Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh DR. Anzori adalah kebijakan pemerintah yang kini mulai “menganakemaskan” petani. Hal ini dibuktikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini berada di atas 125%. “Artinya, petani kita sekarang bisa menabung. Harga dasar beras dijaga di angka Rp6.500 per kilogram, sehingga tidak ada lagi cerita panen raya yang tidak terserap. Pupuk, benih, hingga obat-obatan disubsidi penuh agar petani fokus meningkatkan produktivitas,” jelas Dosen di  Universitas Bengkulu ini.

Makan Siang Bergizi dan Peningkatan IPM
​Selain sektor pertanian, program Makan Siang Bergizi (MBG) juga menjadi sorotan. Dengan 55 juta penerima manfaat saat ini, program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
​”Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita meningkat dari 73-74 menjadi 75, sekian di Desember kemarin. Program ini memiliki multiplier effect; tidak hanya meningkatkan kecerdasan dan IQ anak sekolah, tapi juga menggerakkan ekonomi UMKM di tingkat desa yang menyuplai telur, ikan, sayuran, dan beras,” paparnya.

Efisiensi Birokrasi dan ‘Sentilan’ untuk Daerah
​Terkait tata kelola pemerintahan, DR. Anzori menyinggung soal efisiensi anggaran yang sedang digalakkan Presiden Prabowo. Ia menilai langkah pemerintah pusat melakukan efisiensi transfer ke daerah (TKD) adalah langkah tepat untuk memaksa daerah membelanjakan anggaran pada hal-hal yang produktif. ​”Pemerintah daerah selama ini terbiasa membelanjakan uang yang tidak produktif. Sekarang diefisiensikan agar berdampak pada masyarakat. Jika mau kaya, jadilah pengusaha, bukan kepala daerah. Kepala daerah itu pengabdian untuk memikirkan rakyat,” tegasnya. Ia juga menyarankan agar sistem Pilkada dikaji kembali agar tidak membebani calon dengan biaya politik yang besar, yang seringkali menjadi akar korupsi di daerah.

Geopolitik dan Stabilitas Politik Nasional
​Di kancah internasional, DR. Anzori memuji keberanian diplomasi Prabowo, termasuk langkah strategis masuk menjadi anggota BRICS. Langkah ini dinilai sebagai cara cerdas menjaga keseimbangan politik luar negeri non-blok di tengah ketidakpastian geopolitik global, seperti krisis di Venezuela.

​Menutup bincang-bincang tersebut, DR. Anzori menegaskan bahwa Prabowo bukanlah “proksi” dari pemerintahan sebelumnya. “Beliau melanjutkan yang baik dan menyempurnakan yang kurang. Prabowo memiliki hati dan strategi transformasi yang brilian. Jika stabilitas politik yang dinamis ini terus dijaga, Indonesia Emas 2045 sudah di depan mata.”

​Laporan: Muchlas Jurnalis hariankarya com

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita hariankarya.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vaxo35i6LwHeqDRW882O. pastikan sudah install aplikasi WhatsApp ya…

Berita Terbaru

video terbaru

Banner tidak ditemukan.

berita terbaru

Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Curup Guruh Kagungan, Polisi: Diduga Serangan Jantung

Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Curup Guruh Kagungan, Polisi: Diduga Serangan Jantung

LAMPUNG UTARA HK– Penelusuran lebih lanjut, seorang pria Inisial Tn (58), warga Jalur 2 Tanjung Alam, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan

Penyampaian LKPJ Bupati Mesuji Tahun Anggaran 2025 Digelar dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian LKPJ Bupati Mesuji Tahun Anggaran 2025 Digelar dalam Rapat Paripurna DPRD

Mesuji, 6 April 2026 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan

Kepala SDN 8 Tanjung Raya Lidia Wati, S.Pd. Gelar Persami 25–26 April 2026* _Mengusung Tema “Pramuka Hebat, Generasi Kuat”_

Kepala SDN 8 Tanjung Raya Lidia Wati, S.Pd. Gelar Persami 25–26 April 2026* _Mengusung Tema “Pramuka Hebat, Generasi Kuat”_

*Mesuji* – Di tengah gemerlap api unggun, ratusan siswa SDN 8 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, duduk melingkar dalam keheningan. Mata

Lidia Wati, S.Pd. Susun Model Mendongeng Lampung untuk Jaring Bibit Unggul FTBI 2026

Lidia Wati, S.Pd. Susun Model Mendongeng Lampung untuk Jaring Bibit Unggul FTBI 2026

BANDAR LAMPUNG – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung menjadi tuan rumah kegiatan _Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa

Api Unggun PerJuSa Nyalakan Karakter Siswa SDN 11 Simpang Pematang

Api Unggun PerJuSa Nyalakan Karakter Siswa SDN 11 Simpang Pematang

Mesuji – Malam terasa dingin di halaman SDN 11 Simpang Pematang, Margo Makmur. Namun ratusan pasang mata siswa justru berbinar. Api

Api Unggun Perjusami SDN 5 Tanjung Raya 2026: Saat 250 Siswa Belajar Jadi Penerang

Api Unggun Perjusami SDN 5 Tanjung Raya 2026: Saat 250 Siswa Belajar Jadi Penerang

Mesuji – Melingkar di bawah langit malam April 2026, 250 siswa SDN 5 Tanjung Raya, Mesuji, duduk hening menghadap api unggun.