Tuesday, 21 July 2026

​Refleksi Satu Tahun Prabowo-Gibran: DR. Anzori Tawakal Bedah Capaian Swasembada Pangan hingga Strategi ‘Anak Emaskan’ Petani

JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk suasana ibu kota, sebuah pertemuan hangat terjadi antara jurnalis kami, Muchlas, dengan sosok senior yang sudah tidak asing lagi di dunia akademisi dan birokrasi, DR. Anzori Tawakal.

​Pertemuan ini bukan sekadar reuni antara junior dan senior UPN Veteran Jakarta. Di sela-sela waktu santainya saat berkunjung ke Jakarta, Ketua Senat Mahasiswa angkatan ke-3 UPNVJ yang dikenal vokal ini, menyempatkan diri berbagi pandangan mendalam mengenai satu tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebagai sosok mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Bengkulu Tengah, sekaligus Dosen di beberapa kampus di Bengkulu . pemikiran DR. Anzori selalu dinanti sebagai rujukan.

​Genap satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai sorotan tertuju pada capaian kinerja kabinet yang dikenal dengan visi Astacita. Dalam sebuah diskusi hangat sambil “ngopi sore”, jurnalis Muchlas berkesempatan mewawancarai secara eksklusif  pengamat ekonomi dan kebijakan publik  sekaligus akademisi DR. Anzori Tawakal untuk membedah refleksi satu tahun perjalanan pemerintahan ini.

Swasembada Pangan: Rekor Sejarah yang Membanggakan DR. Anzori Tawakal mengawali penjelasannya dengan apresiasi tinggi terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Salah satu bukti konkret yang paling dirasakan adalah percepatan swasembada pangan, khususnya beras.
​”Kita harus bersyukur memiliki pemimpin yang punya cita-cita menjadikan bangsa ini mandiri secara ekonomi, politik, dan budaya. Belum sampai empat tahun seperti janji awal, dalam satu tahun pertama ini per tanggal 7 Januari kemarin, Indonesia sudah mengumumkan swasembada beras,” ujar DR. Anzori.

​Ia mencatat produksi beras nasional kini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, melampaui angka 13 juta ton dengan cadangan nasional yang kuat di Bulog. “Regulasi tegas dari Menteri Perdagangan yang tidak mengeluarkan izin impor beras adalah variabel terpenting. Ini membuat kartel atau importir yang selama ini mengambil keuntungan di tengah kelemahan tata kelola menjadi tidak berkutik,” tambahnya.

Strategi ‘Menganakemaskan’ Petani
​Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh DR. Anzori adalah kebijakan pemerintah yang kini mulai “menganakemaskan” petani. Hal ini dibuktikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini berada di atas 125%. “Artinya, petani kita sekarang bisa menabung. Harga dasar beras dijaga di angka Rp6.500 per kilogram, sehingga tidak ada lagi cerita panen raya yang tidak terserap. Pupuk, benih, hingga obat-obatan disubsidi penuh agar petani fokus meningkatkan produktivitas,” jelas Dosen di  Universitas Bengkulu ini.

Makan Siang Bergizi dan Peningkatan IPM
​Selain sektor pertanian, program Makan Siang Bergizi (MBG) juga menjadi sorotan. Dengan 55 juta penerima manfaat saat ini, program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
​”Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita meningkat dari 73-74 menjadi 75, sekian di Desember kemarin. Program ini memiliki multiplier effect; tidak hanya meningkatkan kecerdasan dan IQ anak sekolah, tapi juga menggerakkan ekonomi UMKM di tingkat desa yang menyuplai telur, ikan, sayuran, dan beras,” paparnya.

Efisiensi Birokrasi dan ‘Sentilan’ untuk Daerah
​Terkait tata kelola pemerintahan, DR. Anzori menyinggung soal efisiensi anggaran yang sedang digalakkan Presiden Prabowo. Ia menilai langkah pemerintah pusat melakukan efisiensi transfer ke daerah (TKD) adalah langkah tepat untuk memaksa daerah membelanjakan anggaran pada hal-hal yang produktif. ​”Pemerintah daerah selama ini terbiasa membelanjakan uang yang tidak produktif. Sekarang diefisiensikan agar berdampak pada masyarakat. Jika mau kaya, jadilah pengusaha, bukan kepala daerah. Kepala daerah itu pengabdian untuk memikirkan rakyat,” tegasnya. Ia juga menyarankan agar sistem Pilkada dikaji kembali agar tidak membebani calon dengan biaya politik yang besar, yang seringkali menjadi akar korupsi di daerah.

Geopolitik dan Stabilitas Politik Nasional
​Di kancah internasional, DR. Anzori memuji keberanian diplomasi Prabowo, termasuk langkah strategis masuk menjadi anggota BRICS. Langkah ini dinilai sebagai cara cerdas menjaga keseimbangan politik luar negeri non-blok di tengah ketidakpastian geopolitik global, seperti krisis di Venezuela.

​Menutup bincang-bincang tersebut, DR. Anzori menegaskan bahwa Prabowo bukanlah “proksi” dari pemerintahan sebelumnya. “Beliau melanjutkan yang baik dan menyempurnakan yang kurang. Prabowo memiliki hati dan strategi transformasi yang brilian. Jika stabilitas politik yang dinamis ini terus dijaga, Indonesia Emas 2045 sudah di depan mata.”

​Laporan: Muchlas Jurnalis hariankarya com

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita hariankarya.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vaxo35i6LwHeqDRW882O. pastikan sudah install aplikasi WhatsApp ya…

Berita Terbaru

video terbaru

Banner tidak ditemukan.

berita terbaru

​Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), KSOP Bakauheni Keluarkan Peringatan Keras untuk Pelayaran Selat Sunda

​Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), KSOP Bakauheni Keluarkan Peringatan Keras untuk Pelayaran Selat Sunda

BAKAUHENI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni secara resmi mengeluarkan surat pengumuman nomor PG-KSOP.BKH.07 Tahun 2026

Menakar Masa Depan Stabilitas Timur Tengah

Menakar Masa Depan Stabilitas Timur Tengah

  ​Oleh: Hernan Tori, S.IP, M.H (Pengamat Politik Internasional) Selasa, 23 Juni 2026 ​JAKARTA — Kawasan Teluk kembali menjadi episentrum

MENGETUK PINTU SURGA DALAM SEHARI ALA ABU BAKAR ASH-SHIDDIG

MENGETUK PINTU SURGA DALAM SEHARI ALA ABU BAKAR ASH-SHIDDIG

  ​Oleh: Hernan Tori (Redaksi Islami) Selasa, 23 Juni 2026, ​Pagi baru saja merekah di Madinah, namun jejak kebaikan telah

GANDENG PELANTIKAN PENGURUS MUSLIMAT DAN FATAYAT NU WAY SERDANG SUKSES GELAR RUTIN SHOLAWAT KUBRO

GANDENG PELANTIKAN PENGURUS MUSLIMAT DAN FATAYAT NU WAY SERDANG SUKSES GELAR RUTIN SHOLAWAT KUBRO

MESUJI – Organisasi kemasyarakatan perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, sukses menggelar kegiatan

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Hadiri Pengesahan 617 Warga Baru PSHT Tekankan Pentingnya Karakter dan Kontribusi Pembangunan

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Hadiri Pengesahan 617 Warga Baru PSHT Tekankan Pentingnya Karakter dan Kontribusi Pembangunan

MESUJI, MediaHarianKarya.com – Sabtu, 20 Juni 2026 MESUJI – Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E., menghadiri prosesi sakral pengesahan 617 warga

GEMAR” di Mesuji: Saat Ayah Kembali ke Sekolah untuk Jemput Rapor Anak (Sebuah Revolusi Kecil dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Keluarga)

GEMAR” di Mesuji: Saat Ayah Kembali ke Sekolah untuk Jemput Rapor Anak (Sebuah Revolusi Kecil dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Keluarga)

MESUJI – Selama ini, momen pengambilan rapor identik dengan sosok ibu. Ruang kelas riuh oleh bincang wali murid perempuan, sementara