Mesuji, (Kamis,16/1/2025) –Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, seorang pengrajin anyaman kertas di Desa Wira Laga Mulya, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung, tetap setia pada tradisi dan menghasilkan karya-karya unik.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, seorang pengrajin anyaman kertas di Desa Wira Laga Mulya ini tetap berjuang mempertahankan eksistensinya. Melalui keterampilan yang dimilikinya, ia mampu menghasilkan berbagai produk anyaman yang unik dan menarik. Dengan tangan terampil, ia menciptakan berbagai produk anyaman kertas, mulai dari keranjang kecil hingga keranjang besar, yang membutuhkan waktu pengerjaan hingga dua hari.
Ditengah maraknya produk-produk industri, Zaini, seorang pengrajin asal Sumatra Barat yang kini menetap di Mesuji, berhasil mencuri perhatian dengan kreativitasnya. Dengan tangan terampil, ia mampu mengubah tumpukan kertas bekas menjadi berbagai macam kerajinan tangan yang unik dan bernilai tinggi.
Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya kertas bekas yang terbuang percuma, Zaini memulai usahanya pada tahun 2003. Tanpa melalui pendidikan formal dalam bidang kerajinan, ia belajar secara otodidak. Bermodalkan ketekunan dan kreativitas, ia berhasil menciptakan berbagai produk, mulai dari kotak tisu, lampu, hingga keranjang pakaian.
“Awalnya saya berpikir, sayang sekali kalau kertas bekas banyak dibuang. Jadi saya coba manfaatkan,” ujar Zaini.
Hasil karya Zaini pun cukup mengagumkan. Dengan teknik anyaman yang rapi dan finishing yang baik, produk-produknya terlihat kokoh dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 400.000 per buah.
Meskipun belum memiliki banyak karyawan dan saluran distribusi yang luas, pengrajin ini tetap bersemangat dalam mengembangkan usahanya. Ia belum berani memasarkan produknya secara besar-besaran.
Di balik kesuksesan usahanya, Zaini masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah masalah modal dan pemasaran. Ia mengaku kesulitan memasarkan produknya karena keterbatasan modal dan jaringan yg dia punya.
“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah, seperti bantuan modal kerja serta pelatihan dan pembinaan, agar usaha saya ini bisa berkembang lebih besar lagi,” harap Zaini.
Kisah Zaini ini menginspirasi kita untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar.
Dengan sedikit sentuhan kreativitas, sampah bisa menjadi sesuatu yg sangat bernilai dan menghasilkan cuan dan sudah pasti berkah tentunya.
Tersembunyi di Desa Wira Laga Mulya, terdapat potensi besar dalam dunia kerajinan tangan, tepatnya anyaman kertas. Seorang pengrajin lokal telah berhasil menciptakan berbagai produk anyaman dengan kualitas yang baik, namun sayangnya masih belum banyak dikenal masyarakat luas.
Meskipun belum pernah mengajukan pinjaman dan belum memiliki pesaing langsung, pengrajin ini tetap menghadapi tantangan dalam memasarkan produknya. Ia berharap dengan dukungan dari berbagai pihak, usahanya dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dengan modal yang terbatas, pengrajin ini telah membuktikan bahwa dengan kesabaran dan ketekunan, hasil yang luar biasa dapat diraih.
Meskipun belum memiliki jaringan pemasaran yang luas, ia tetap optimis bahwa produk anyamannya akan semakin diminati oleh masyarakat. (harianKarya.com/Hernan Tori)
