Mesuji –Malam terasa dingin di halaman SDN 11 Simpang Pematang, Margo Makmur. Namun ratusan pasang mata siswa justru berbinar. Api unggun Perkemahan Jumat-Sabtu (PerJuSa) pada 17–18 April 2026 tak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menyalakan semangat dan mimpi anak-anak kelas 4 hingga 6 yang sedang belajar menjadi pribadi tangguh.
Kegiatan yang digelar Gugus Depan SDN 11 Simpang Pematang ini merupakan tindak lanjut dari latihan rutin ekstrakurikuler kepramukaan. Tujuannya membentuk karakter siswa agar lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kebersamaan dan kepedulian sosial.
Selama dua hari, para siswa menjalani berbagai aktivitas edukatif. Mulai dari upacara pembukaan, penjelajahan, lomba keterampilan kepramukaan, hingga api unggun, pentas seni, dan renungan malam yang berlangsung khidmat. Di tenda-tenda sederhana, mereka belajar hidup mandiri—tanpa kenyamanan rumah, tanpa ketergantungan pada orang tua.
Rasa takut yang semula hadir perlahan berubah menjadi keberanian. Tangan-tangan kecil yang awalnya ragu kini sigap mendirikan tenda, bekerja sama, dan saling menguatkan. Nilai gotong royong pun mereka pelajari langsung melalui pengalaman, bukan sekadar teori di ruang kelas.
Plt Kepala SDN 11 Simpang Pematang, Fatimah, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), menyaksikan proses tersebut dengan penuh haru.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup, kerja sama, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.
Menurutnya, PerJuSa bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya membekali siswa dengan nilai-nilai kehidupan. Ia berharap pengalaman tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta membentuk karakter anak yang kuat dan berakhlak.
Saat api unggun perlahan padam, para siswa tak pulang dengan kesedihan, melainkan dengan semangat baru. Mereka membawa pulang keyakinan bahwa mereka mampu, bahwa mereka berharga.
Dari halaman sekolah sederhana di Mesuji, PerJuSa menjadi ruang pembelajaran yang hidup—tempat nilai kebersamaan, kemandirian, dan keberanian tumbuh nyata. SDN 11 Simpang Pematang pun berharap kegiatan ini dapat terus menanamkan nilai kepramukaan guna mencetak generasi yang berkarakter dan siap menjadi penerus bangsa.
Sebab, pelajaran hidup tak hanya ditemukan di dalam kelas. Di tenda, di bawah langit malam, dan di hangatnya kebersamaan, anak-anak menemukan makna yang melengkapi ilmu pengetahuan.
(Mihsan)
