Sunday, 9 August 2026

DPRD Lampura Sepakat Carikan Solusi Honorer, Wansori: Tapi Disesuaikan Kondisi Keuangan dan PAD

LAMPUNG UTARA – DPRD Lampung Utara sepakat menampung aspirasi dan mencarikan solusi terbaik para tenaga honorer yang belum diangkat menjadi tenaga PPPK tahun 2024.

“Sebagai pimpinan DPRD Lampung Utara saya mendukung upaya Ketua DPRD Yusrizal untuk memperjuangkan aspirasi para tenaga honorer, karena memang tugas DPRD untuk menampung aspirasi dan mencarikan solusi terbaik,” ujar Wansori, dalam releasenya, Selasa (7/1/2025).

Wansori juga menekankan untuk mengakomodir seluruh tenaga honorer tersebut, dirinya meminta kepada pemerintah kabupaten setempat untuk melihat kondisi keuangan dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Untuk mengakomodir semuanya harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Dan peningkatan PAD bagi OPD yang memiliki potensi PAD. Menurut saya solusinya tergantung keuangan daerah,” terangnya.

Selain itu kata dia untuk bisa mengakomodir tenaga honorer tersebut, pemkab juga harus mengurangi belanja pembangunan. Artinya di pemerintahan kedepan harus mengurangi beban belanja pembangunan untuk memprioritaskan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK.

“Jika semua tenaga honorer ada 5000 orang, dan diangkat misalnya 3000 orang maka sebulan dibutuhkan uang gaji sekian puluh juta. jika tidak diangkat semua maka sekian ratus juta artinya kita sepakat disesuaikan dengan keuangan daerah dan PAD,” ungkap Ketua DPC Demokrat ini.

Wansori menambahkan Lampung Utara PNS-nya sudah membludak 8 ribu lebih. APBD belanja pegawai sudah sangat besar untuk membiayai gaji pegawai. Kalau pun terjadi pemekaran kabupaten bisa juga ASN atau PNS diuraikan ke kabupaten baru tersebut.

“Bagusnya lagi Lampung Utara bisa pemekaran 3 kabupaten. Kotabumi bisa kita tingkatkan menjadi kota madya Kotabumi,” pungkasnya. (hariankarya.com/Red)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita hariankarya.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vaxo35i6LwHeqDRW882O. pastikan sudah install aplikasi WhatsApp ya…

Berita Terbaru

video terbaru

Banner tidak ditemukan.

berita terbaru

​Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), KSOP Bakauheni Keluarkan Peringatan Keras untuk Pelayaran Selat Sunda

​Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), KSOP Bakauheni Keluarkan Peringatan Keras untuk Pelayaran Selat Sunda

BAKAUHENI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni secara resmi mengeluarkan surat pengumuman nomor PG-KSOP.BKH.07 Tahun 2026

Menakar Masa Depan Stabilitas Timur Tengah

Menakar Masa Depan Stabilitas Timur Tengah

  ​Oleh: Hernan Tori, S.IP, M.H (Pengamat Politik Internasional) Selasa, 23 Juni 2026 ​JAKARTA — Kawasan Teluk kembali menjadi episentrum

MENGETUK PINTU SURGA DALAM SEHARI ALA ABU BAKAR ASH-SHIDDIG

MENGETUK PINTU SURGA DALAM SEHARI ALA ABU BAKAR ASH-SHIDDIG

  ​Oleh: Hernan Tori (Redaksi Islami) Selasa, 23 Juni 2026, ​Pagi baru saja merekah di Madinah, namun jejak kebaikan telah

GANDENG PELANTIKAN PENGURUS MUSLIMAT DAN FATAYAT NU WAY SERDANG SUKSES GELAR RUTIN SHOLAWAT KUBRO

GANDENG PELANTIKAN PENGURUS MUSLIMAT DAN FATAYAT NU WAY SERDANG SUKSES GELAR RUTIN SHOLAWAT KUBRO

MESUJI – Organisasi kemasyarakatan perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, sukses menggelar kegiatan

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Hadiri Pengesahan 617 Warga Baru PSHT Tekankan Pentingnya Karakter dan Kontribusi Pembangunan

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Hadiri Pengesahan 617 Warga Baru PSHT Tekankan Pentingnya Karakter dan Kontribusi Pembangunan

MESUJI, MediaHarianKarya.com – Sabtu, 20 Juni 2026 MESUJI – Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E., menghadiri prosesi sakral pengesahan 617 warga

GEMAR” di Mesuji: Saat Ayah Kembali ke Sekolah untuk Jemput Rapor Anak (Sebuah Revolusi Kecil dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Keluarga)

GEMAR” di Mesuji: Saat Ayah Kembali ke Sekolah untuk Jemput Rapor Anak (Sebuah Revolusi Kecil dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Keluarga)

MESUJI – Selama ini, momen pengambilan rapor identik dengan sosok ibu. Ruang kelas riuh oleh bincang wali murid perempuan, sementara