LAMPUNG UTARA HK– Penelusuran lebih lanjut, seorang pria Inisial Tn (58), warga Jalur 2 Tanjung Alam, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perkebunan sawit desa Curup Guruh kagungan setelah sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk mencari dan memikat ayam hutan pada selasa,(2/6) Malam.
Berdasarkan keterangan hasil keterangan saksi-saksi, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB menuju kawasan Curup Guruh Kagungan. Sebelum menuju lokasi, korban sempat singgah di rumah Junaidi sekitar pukul 06.00 WIB dan berada di sana kurang lebih selama 10 menit.
Saat berada di rumah Junaidi, korban sempat tanya soal lokasi yang banyak terdapat ayam hutan untuk dijadikan tempat memikat. Setelah itu, korban melanjutkan perjalanan seorang diri menuju lokasi yang dimaksud.
Sekitar pukul 10.00 WIB, anak korban bernama Melisa mencoba menghubungi nomor telepon seluler milik ayahnya. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons. Merasa curiga, Melisa bersama anggota keluarga lainnya mulai melakukan pencarian dengan mendatangi sejumlah rekan dan kerabat yang mengenal korban. Pencarian kemudian melibatkan masyarakat setempat.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Kristofel, mengatakan korban akhirnya ditemukan warga sekitar pukul 20.00 WIB di tengah kebun sawit dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi untuk dilakukan pemeriksaan.
“Awalnya pihak keluarga mencari sejak pukul 19.00 WIB. Korban ditelepon namun tidak ada yang mengangkat. Keluarga bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian. Korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB di kebun sawit dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar AKP Ivan Roland Kristofel.
Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan oleh dokter RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Untuk hasil visum luar dari dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” terang Kasat Reskrim.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, dua hari setelah Hari Raya Iduladha korban sempat mengeluhkan nyeri pada bagian dada.
“ kemungkinan besar karena serangan jantung,karena tidak ditemukan luka memar/Tanda-tanda kekerasan” kata Ivan.
Sementara itu, luka yang ditemukan pada bagian wajah korban disertai adanya darah diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh.
“Gigi korban kondisinya sudah kropos. Saat terjatuh, gigi mengenai bibir sehingga menyebabkan luka pada bagian bibir,” jelasnya.
AKP Ivan Roland juga pastikan tidak ada barang milik korban yang hilang. “Handphone, sepeda motor, dan dompet korban masih ada. Tidak ada barang yang hilang,” tegasnya.
Setelah proses visum selesai, jenazah korban dipulangkan ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.(don)
