Thursday, 25 June 2026

Hi. Tarmizi, Petani menjadi pengusaha yang Tak Menyerah pada Penyakit

,BandarLampung- Sebuah desa kecil di Lampung Utara, hiduplah seorang pria bernama Tarmizi. Dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, Tarmizi tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pernah menjabat sebagai mantri kesehatan dan pengusaha angkutan,juga pernah menjadi Kadus (Kepala Dusun),pernah menjadi pembisnis  jual beli hasil bumi,.Namun, di balik kesuksesannya, Tarmizi harus berjuang melawan penyakit komplikasi yang merenggut hampir seluruh hartanya

.Perjalanan penyakit Tarmizi dimulai dari keluhan ringan yang semakin memburuk seiring waktu. Berbagai rumah sakit telah didatangi, mulai dari Lampung Utara hingga Jakarta. Tiap kali penyakitnya membaik, ia kembali kambuh. Hingga akhirnya, Tarmizi divonis mengidap kanker darah dan penyakit paru-paru.

“Ayah seringkali merasa lemas, sesak napas, dan harus transfusi darah secara rutin,” ungkap Hernan Tori, anak laki-laki semata wayang Tarmizi, dengan nada sedih. “Kami sekeluarga sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencari pengobatan terbaik, namun penyakitnya terus memburuk.”

Dampak Penyakit terhadap, kehidupan Penyakit yang diderita Tarmizi tidak hanya berdampak pada fisiknya, tetapi juga pada kehidupan keluarganya. Sebagai tulang punggung keluarga, Tarmizi harus rela meninggalkan semua aktivitasnya. Harta yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun pun habis untuk biaya pengobatan.

“Kami sangat mengharapkan sosok ayah.dan kamu berharap ayah bisa sembuh, Beliau adalah pahlawan bagi kami,” ujar Sunyatii, putri Tarmizi. “Kami hanya bisa berdoa agar ayah diberikan kesembuhan dan keajaiban.

“Meskipun harus menghadapi cobaan berat, semangat juang Tarmizi tidak pernah padam. Ia tetap tegar menjalani pengobatan dan selalu memberikan semangat kepada keluarga. Kisah hidup Tarmizi menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.

Kisah Tarmizi mengajarkan kita tentang arti kehidupan, pentingnya kesehatan, dan kekuatan keluarga. Dalam menghadapi cobaan sebesar apapun, semangat dan dukungan keluarga adalah kunci untuk tetap bertahan.

Saat ini, Tarmizi tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Abdoel Moeloek. Keluarga besarnya berharap agar keajaiban datang dan Tarmizi dapat sembuh kembali. Kisah perjuangan Tarmizi menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Tuhan. (Harian Karya.com/Hernan Tori)

 

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita hariankarya.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vaxo35i6LwHeqDRW882O. pastikan sudah install aplikasi WhatsApp ya…

Berita Terbaru

video terbaru

Banner tidak ditemukan.

berita terbaru

Menakar Masa Depan Stabilitas Timur Tengah

Menakar Masa Depan Stabilitas Timur Tengah

  ​Oleh: Hernan Tori, S.IP, M.H (Pengamat Politik Internasional) Selasa, 23 Juni 2026 ​JAKARTA — Kawasan Teluk kembali menjadi episentrum

MENGETUK PINTU SURGA DALAM SEHARI ALA ABU BAKAR ASH-SHIDDIG

MENGETUK PINTU SURGA DALAM SEHARI ALA ABU BAKAR ASH-SHIDDIG

  ​Oleh: Hernan Tori (Redaksi Islami) Selasa, 23 Juni 2026, ​Pagi baru saja merekah di Madinah, namun jejak kebaikan telah

GANDENG PELANTIKAN PENGURUS MUSLIMAT DAN FATAYAT NU WAY SERDANG SUKSES GELAR RUTIN SHOLAWAT KUBRO

GANDENG PELANTIKAN PENGURUS MUSLIMAT DAN FATAYAT NU WAY SERDANG SUKSES GELAR RUTIN SHOLAWAT KUBRO

MESUJI – Organisasi kemasyarakatan perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, sukses menggelar kegiatan

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Hadiri Pengesahan 617 Warga Baru PSHT Tekankan Pentingnya Karakter dan Kontribusi Pembangunan

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Hadiri Pengesahan 617 Warga Baru PSHT Tekankan Pentingnya Karakter dan Kontribusi Pembangunan

MESUJI, MediaHarianKarya.com – Sabtu, 20 Juni 2026 MESUJI – Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, S.E., menghadiri prosesi sakral pengesahan 617 warga

GEMAR” di Mesuji: Saat Ayah Kembali ke Sekolah untuk Jemput Rapor Anak (Sebuah Revolusi Kecil dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Keluarga)

GEMAR” di Mesuji: Saat Ayah Kembali ke Sekolah untuk Jemput Rapor Anak (Sebuah Revolusi Kecil dari Ruang Kelas untuk Masa Depan Keluarga)

MESUJI – Selama ini, momen pengambilan rapor identik dengan sosok ibu. Ruang kelas riuh oleh bincang wali murid perempuan, sementara

Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Curup Guruh Kagungan, Polisi: Diduga Serangan Jantung

Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit Curup Guruh Kagungan, Polisi: Diduga Serangan Jantung

LAMPUNG UTARA HK– Penelusuran lebih lanjut, seorang pria Inisial Tn (58), warga Jalur 2 Tanjung Alam, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan