*Mesuji* – Di tengah gemerlap api unggun, ratusan siswa SDN 8 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, duduk melingkar dalam keheningan.
Mata mereka memantul cahaya api. Tak ada suara ponsel, tak ada riuh notifikasi. Yang terdengar hanya desau angin, derak kayu terbakar, dan bulir-bulir embun di pipi yang diam-diam diseka ujung lengan seragam Pramuka.
Malam itu bukan malam biasa. Itu adalah malam terakhir Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang digelar di halaman sekolah pada 25–26 April 2026.
Sebanyak 111 siswa kelas 4, 5, dan 6 mendirikan tenda dan bermalam di sekolah. Malam penuh renungan, tawa, dan air mata haru yang diam-diam jatuh di pipi siswa-siswi kecil yang sedang belajar tentang hidup dan arti kebersamaan.
Kegiatan yang mengusung tema “Pramuka Hebat, Generasi Kuat” ini digelar untuk membentuk karakter dan membiasakan perilaku positif pada siswa sejak dini.
Kepala SDN 8 Tanjung Raya, Lidia Wati, S.Pd. memimpin upacara pembukaan Persami 25-26 April 2026 di Bumi Perkemahan SDN 8 Tanjung Raya. Berdiri di atas podium bambu berhiaskan kain batik, upacara berlangsung khidmat.
Lidia Wati, S.Pd., dalam sambutannya mengatakan, Persami bukan sekadar berkemah di alam terbuka. “Persami ini wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, serta jiwa kebersamaan. Tema ‘Pramuka Hebat, Generasi Kuat’ harus benar-benar kita wujudkan dalam sikap sehari-hari,” ujar Lidia Wati saat sambutan kegiatan Persami.
Totalitas panitia terlihat sejak pagi. Para Bantara dan Dewan Kerja Ranting (DKR) SMKN 2 Tanjung Raya sudah merapikan barisan di lapangan sejak pukul 07.00 WIB. Dengan latar gapura bambu dan spanduk Persami yang megah, mereka menggelar apel persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Kekompakan dan kedisiplinan kakak-kakak penegak ini jadi contoh langsung bagi adik-adik peserta Persami.
Kegiatan Persami turut dihadiri Pengawas Kecamatan Tanjung Raya, Kepala Desa Bujung Buring Baru, Babinsa, Ketua Kwaran Kecamatan Tanjung Raya, dan Ketua KKKS Kecamatan Tanjung Raya. Para Bantara dan DKR SMKN 2 Tanjung Raya menjadi tulang punggung pendampingan adik-adik siaga dan penggalang selama dua hari kegiatan berlangsung.
Puncak kegiatan hari pertama adalah malam api unggun. Para pembina, tamu undangan, guru, dan siswa melebur jadi satu dalam lingkaran semangat Dasa Darma Pramuka. Kegiatan ini menjadi momen mempererat kebersamaan dan menanamkan nilai persaudaraan.
Menurut Lidia Wati, tema “Pramuka Hebat, Generasi Kuat” bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus benar-benar kita wujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Pramuka yang hebat adalah pramuka yang tangguh, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan dengan penuh semangat. Dari kegiatan ini, saya berharap semua siswa dapat menjadi generasi yang kuat, baik secara mental, fisik, maupun moral,” tegas Lidia Wati.
“Persami adalah program pembentukan mental dan spiritual untuk mencetak generasi muda yang kuat mental dan spiritual. Mereka belajar arti disiplin, gotong royong, dan semangat pantang menyerah. Ini bekal kehidupan yang tidak mereka dapat dari pelajaran di kelas.
Kenangan Persami ini akan terus menyala di hati mereka. Sebuah kenangan tentang tawa, tangis, kebersamaan, keberanian, kepemimpinan, dan semangat yang menyala seperti api unggun: menghangatkan, menerangi, mengayomi.”
Tak hanya siswa, para wali murid juga turun langsung membantu. Mereka bahu-membahu bersama dewan guru mendirikan tenda sejak persiapan. “Masyaallah luar biasa antusias wali murid. Terima kasih atas kolaborasinya, khususnya guru-guru hebat SDN 8 Tanjung Raya,” tambah Lidia Wati.
“Terima kasih Pak Pengawas, Ketua KKKS, Babinsa, dan Pak Kades Bujung Buring Baru atas kehadirannya di pembukaan Persami SDN 8 Tanjung Raya. Pramuka Hebat, Generasi Kuat. Salam Pramuka!”
Salah satu peserta, Ainun, siswa kelas 6, menyampaikan apresiasinya, ini adalah momen yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup. “Saya senang, tapi juga sedih. Ini Persami pertama dan terakhir saya di SDN 8 Tanjung Raya, karena tahun ini saya lulus.”
Ainun mengaku banyak belajar dari kegiatan ini. Ia belajar menahan diri saat lelah, saling membantu saat mendirikan tenda, dan berani tampil di depan teman-teman saat pentas seni. “Yang paling berkesan buat saya adalah saat malam api unggun. Rasanya seperti mimpi. Semua bernyanyi bersama, tertawa, lalu tiba-tiba diam saat renungan dimulai. Saya menangis saat ingat Bapak dan Ibuk di rumah,” ungkapnya dengan nada haru.
Melalui Persami, SDN 8 Tanjung Raya berharap nilai-nilai kepramukaan dapat terus melekat pada siswa, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat.
( Penulis Mihsan )
