Friday, 24 April 2026

Lidia Wati, S.Pd. Susun Model Mendongeng Lampung untuk Jaring Bibit Unggul FTBI 2026

BANDAR LAMPUNG – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung menjadi tuan rumah kegiatan _Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 Jenjang SD/MI_, Senin (20/04/2026).

Kegiatan ini diikuti 112 guru dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Bimtek ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam memperkuat program Revitalisasi Bahasa Daerah. Para guru utama dipersiapkan menjadi penggerak utama pelindungan dan pengembangan bahasa Lampung di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh *Dora Amalia*, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Dalam sambutannya, Dora Amalia menegaskan, peran vital guru sebagai ujung tombak pelestarian bahasa daerah. “Guru adalah kunci. Kalau guru bergerak, bahasa daerah akan hidup di kelas, di rumah, dan di ruang-ruang publik. Revitalisasi ini bukan sekadar proyek, tapi gerakan budaya,” tegas Dora.

Kegiatan yang berlangsung di *Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung* ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru sebagai agen perubahan. Setelah bimtek, 112 guru utama ini wajib mendiseminasikan materi ke rekan guru di daerah masing-masing.

Targetnya, ekosistem pembelajaran bahasa Lampung makin kuat dari tingkat satuan pendidikan. Mulai dari pembiasaan salam dalam bahasa Lampung, muatan lokal mendongeng, hingga festival bahasa daerah di sekolah.

“Bahasa Lampung jangan hanya jadi pelajaran, tapi harus jadi kebiasaan. Dari guru utama inilah gerakan itu dimulai,” Ujar Dora Amalia.

*Lidia Wati, S.Pd*, Kepala SDN 8 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, selaku Narasumber Mendongeng Lampung Jenjang SD/MI Tahun 2026 dalam bimtek ini mengatakan, “Mendongeng jadi strategi pelestarian bahasa Lampung.”

Menurut Lidia, mendongeng adalah metode paling efektif menanamkan bahasa Lampung ke anak usia SD/MI. “Anak-anak lebih cepat menyerap bahasa lewat cerita. Ketika mereka tertawa, terharu, atau penasaran dengan tokoh dalam dongeng berbahasa Lampung, di situlah kecintaan pada bahasa ibu tumbuh.

Lidia membagikan teknik mendongeng interaktif menggunakan kosakata Lampung sehari-hari, ekspresi, dan alat peraga sederhana yang bisa dibuat guru dari bahan lokal,” ujar Lidia Wati.

Adapun Kelas C yang diajar oleh Lidia Wati, S.Pd., Kepala SDN 8 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, diikuti 35 peserta dari 5 kabupaten/kota, yaitu:

1. Bandar Lampung
2. Lampung Timur
3. Metro
4. Tulang Bawang Barat
5. Tulang Bawang

Kegiatan ini juga diikuti oleh Tim Guru Utama Bahasa Lampung Kabupaten Mesuji Jenjang SD/MI. Peserta dari Kabupaten Mesuji terdiri atas 5 SD dan 2 MI.

Dalam penyampaiannya, Narasumber Lidia Wati, S.Pd. mengatakan, “Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, saya merasa sangat bersyukur dan bangga dapat ambil bagian dalam upaya revitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Lampung. Kegiatan mendongeng ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan langkah penting dalam menjaga dan menghidupkan kembali bahasa ibu kita di tengah arus perkembangan zaman.”

” Mendongeng adalah cara yang sangat indah untuk mengenalkan bahasa Lampung kepada generasi muda. Di dalam setiap cerita, tersimpan nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, serta identitas budaya yang harus kita jaga bersama. Anak-anak tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar memahami makna, etika, dan karakter melalui cerita yang disampaikan,” lanjut Lidia Wati.

Ia berharap kegiatan revitalisasi bahasa daerah seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Provinsi Lampung, dan lebih ditingkatkan lagi di Kabupaten Mesuji.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan bahasa Lampung sebagai jati diri dan warisan budaya yang sangat berharga. _Lamon mak gham sapa lagi, lamon mak ganta kapan lagi_,” ungkap Lidia Wati.

Selain sebagai narasumber, Lidia Wati, S.Pd. juga dipercaya sebagai penyusun Model Pembelajaran Mendongeng Provinsi Lampung Tahun 2026. Model ini nantinya akan digunakan oleh seluruh Guru Utama Bahasa Lampung untuk menjaring dan membina bibit siswa berprestasi dalam mendongeng bahasa Lampung, khususnya persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026.

“Selain sebagai narasumber, saya juga dipercaya sebagai penyusun Model Pembelajaran Mendongeng Provinsi Lampung Tahun 2026. Model tersebut akan dipakai seluruh Guru Utama Bahasa Lampung untuk mencari bibit siswa berprestasi dalam mendongeng bahasa Lampung untuk perlombaan FTBI 2026,” pungkas Lidia Wati. (Penulis : Mihsan)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita hariankarya.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vaxo35i6LwHeqDRW882O. pastikan sudah install aplikasi WhatsApp ya…

Berita Terbaru

video terbaru

Banner tidak ditemukan.

berita terbaru

Lidia Wati, S.Pd. Susun Model Mendongeng Lampung untuk Jaring Bibit Unggul FTBI 2026

Lidia Wati, S.Pd. Susun Model Mendongeng Lampung untuk Jaring Bibit Unggul FTBI 2026

BANDAR LAMPUNG – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung menjadi tuan rumah kegiatan _Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa

Api Unggun PerJuSa Nyalakan Karakter Siswa SDN 11 Simpang Pematang

Api Unggun PerJuSa Nyalakan Karakter Siswa SDN 11 Simpang Pematang

Mesuji – Malam terasa dingin di halaman SDN 11 Simpang Pematang, Margo Makmur. Namun ratusan pasang mata siswa justru berbinar. Api

Api Unggun Perjusami SDN 5 Tanjung Raya 2026: Saat 250 Siswa Belajar Jadi Penerang

Api Unggun Perjusami SDN 5 Tanjung Raya 2026: Saat 250 Siswa Belajar Jadi Penerang

Mesuji – Melingkar di bawah langit malam April 2026, 250 siswa SDN 5 Tanjung Raya, Mesuji, duduk hening menghadap api unggun.

Bupati Mesuji Elfianah Ambil Uang Receh Dari Tangan Masyarakat

Bupati Mesuji Elfianah Ambil Uang Receh Dari Tangan Masyarakat

Bupati Kabupaten Mesuji Elfianah yang dikenal sebagai bupati belusukan dan sering berbaur dengan semua kalangan, ternyata juga memiliki karakter alami

​Tinggalkan Nasi Kotak, Masjid Al-Muhajirin Tulang Bawang Usung Konsep Prasmanan untuk Sedekah Jumat

​Tinggalkan Nasi Kotak, Masjid Al-Muhajirin Tulang Bawang Usung Konsep Prasmanan untuk Sedekah Jumat

TULANG BAWANG – Ada pemandangan berbeda di Masjid Al-Muhajirin setiap usai pelaksanaan salat Jumat. Jika biasanya jemaah mengantre untuk mendapatkan

​Refleksi Satu Tahun Prabowo-Gibran: DR. Anzori Tawakal Bedah Capaian Swasembada Pangan hingga Strategi ‘Anak Emaskan’ Petani

​Refleksi Satu Tahun Prabowo-Gibran: DR. Anzori Tawakal Bedah Capaian Swasembada Pangan hingga Strategi ‘Anak Emaskan’ Petani

​JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk suasana ibu kota, sebuah pertemuan hangat terjadi antara jurnalis kami, Muchlas, dengan sosok senior yang